Menu

08161654148

soleh.partners@gmail.com

Jl. Agung Raya II, RT.001, RW.007 No. 54A

Jagakarsa, Jakarta Selatan 12610

09:00

18:00

0 Comments

Kompetensi Pengacara Pajak Bersertifikat Dalam Urusan Perpajakan

Di awal tahun ini, MK atau Mahkamah Konstitusi telah memberi putusan tentang layanan pengacara perpajakan. Disebutkan bahwa baik advokat maupun profesi lain bisa menjadi kuasa hukum atau pengacara wajib pajak. Meskipun pengacara pajak bersertifikat tetap dianggap lebih kompeten dalam perpajakan.

Pengacara Pajak Bersertifikat Masih Diunggulkan

Dari hasil putusan di atas, maka jika ingin menjadi pengacara dari tax payer,  maka tak harus dari konsultan pajak. Profesi lain termasuk advokat bisa menjadi pengacara untuk urusan perpajakan.

Sebelumnya, hanya konsultan pajak dan pengacara pajak bersertifikat yang bisa memikul tanggung jawab tersebut.

Banyak pakar memberikan penilaian bahwa seharusnya pengacara yang mengurusi urusan pajak juga harus memiliki kompetensi di bidang perpajakan. Dengan demikian, maka bisa mengurangi resiko pengurusan pajak ditangani oleh orang tak tidak kompeten.

Pengacara pajak bersertifikat tetap diperlukan dan menjadi rujukan bagi tax payer  untuk pengurusan masalah pajak. Maka menjadi  PR kembali bagi pemerintah untuk mempertegas aturan yang tidak akan merugikan Wajib Pajak.

Pengacara Pajak Bersertifikat Di Indonesia

Selama ini, pengacara pajak bersertifikat berasal dari konsultan pajak. Mereka telah memiliki kompetensi yang diunggulkan dalam permasalahan pajak. Maka tak heran jika jasa ini banyak dipakai oleh tax payer.

Indonesia kini mengadopsi cara negara lain. Yaitu ekonom dan lawyer bisa menjadi pengacara pajak. Namun hal ini harus disyaratkan dengan satu hal. Pengacara pajak tentu harus memiliki sertifikasi tersendiri.

Dengan demikian, urusan permasalahan pajak bukan hanya bisa ditangani oleh pengacara pajak. Meskipun demikian, tax payer  yang mengurus masalah perpajakan wajib memilih yang sudah kompeten dan berpengalaman.

Keahlian Pajak Pengacara Pajak Bersertifikat

Dengan aturan yang baru, maka Wajib Pajak bebas menunjuk siapa saja baik ekonom maupun pengacara untuk mengurus masalah pajak mereka. Perlu diingat, bahwa penunjukkan diharuskan bagi mereka yang memiliki kompetensi perpajakan Indonesia.

Beberapa hal yang seharusnya dimiliki oleh pengacara pajak bersertifikat:

  • Ijazah pendidikan formal bidang perpajakan
  • Brevet pajak
  • Sertifikat berupa ijin konsultasi pajak
  • Surat izin kuasa hukum dari pengadilan pajak

Jika semuanya sudah terpenuhi, maka Wajib Pajak berhak mendapatkan bantuan perpajakan terkait masalahnya. Minimal, pengacara pajak bersertifikat harus memiliki brevet perpajakan. Khususnya yang brevet dari lembaga kursus brevet pajak.

Satu hal lagi yang harus dimililiki oleh pengacara pajak bersertifikat yaitu: izin kuasa hukum pengadilan pajak. Syarat di atas sudah cukup untuk memilih konsultan pajak terpercaya.

Pengacara Pajak Bersertifikat dari Konsultan Pajak

Memilih pengacara pajak bersertifikat dari jasa konsultasi pajak terpercaya akan memberikan banyak keuntungan. Kenapa? Karena semua kewajiban konsultan pajak sudah diatur oleh undang-undang. Maka ada aturan hukum yang jelas di sini.

Beberapa hal yang menjadi kewajiban pengacara pajak bersertifikat maupun konsultan pajak resmi:

  • Wajib mematuhi peraturan perundang-undangan yang ada
  • Jasa diberikan kepada Wajib Pajak agar melaksananan hak dan kewajiban dalam perpajakan.
  • Mengikuti prosedur dan tata tertib kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.
  • Mengikuti penataran maupun pendidikan penyegaran perpajakan. Kegiatan ini sekurang-kurangnya dilakukan sekali dalam satu tahun.

Adanya pengacara pajak bersertifikat dari konsultan pajak menjadi bukti kompetensi pengacara. Khususnya untuk mengurus segala permasalahan tentang pajak.

Tag: ,

1 thought on “Kompetensi Pengacara Pajak Bersertifikat Dalam Urusan Perpajakan”

  1. KARINA RAHMAWATI,S.H. berkata:

    mohon info pelatihan pengacara perpajakan terstandar.terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.