Menu

08161654148

soleh.partners@gmail.com

Jl. Agung Raya II, RT.001, RW.007 No. 54A

Jagakarsa, Jakarta Selatan 12610

09:00

18:00

Peran Layanan Kepatuhan Pajak Terhadap Pajak Penghasilan
0 Comments

Peran Layanan Kepatuhan Pajak Terhadap Pajak Penghasilan

Peran konsultan pajak, khususnya layanan kepatuhan pajak sangat penting. Salah satu layanan ini adalah untuk meningkatkan kepatuhan pajak dan kesadaran pajak. Dengan demikian, maka penerimaan pajak bagi negara akan stabil dan bisa meningkat.

Salah satu yang menjadi sumber dana pajak Indonesia adalah pajak penghasilan. Pajak ini berkalu untuk semua bidang pekerjaan, mulai dari karyawan, professional, pengusaha hingga investor.

Manfaat Layanan Kepatuhan Pajak Bagi Wajib Pajak

Dalam masalah pajak, baik perencanaan, perhitungan, hingga penyelesaian masalah, layanan kepatuhan pajak sangat penting. Wajib Pajak yang kurang informasi masalah pajak bisa memiliki pelaporan yang salah. Untuk mengatasinya, maka pendampingan bersama konsultan pajak sangat diperlukan.

Bagi pajak penghasilan sendiri, ada penjabaran pada masing-masing profesi. Angka pajak, serta rinciannya akan berbeda. Maka bagi professional pun diharapkan memakai jasa konsultan pajak terpercaya.

Sumber Penghasilan Orang Pribadi Terkait Perpajakan

Penghasilan seseorang akan dikenai pajak oleh pemerintah berdasarkan aturan yang ada. Semuanya akan ditulis dan dilaporkan melalui Surat Pemberitahuan tahunan orang pribadi. Semuanya dikelompokkan berdasarkan jenis penghasilan yang diterima wajib pajak.

  1. Penghasilan dari usaha

Wajib Pajak harus menuliskan penghasilan dari usaha yang diperoleh. Hal ini termasuk usaha toko maupun jualan online.

  1. Penghasilan dari pekerjaan bebas

Tidak hanya karyawan maupun pegawai saja. Bagi yang memiliki pekerjaan bebas juga akan dikenai pajak. Seperti hanya notaris, dokter, dan juga pengacara.

  1. Penghasilan yang didapatkan dari modal

Layanan kepatuhan pajak bisa mengarahkan Wajib Pajak dengan penghasilan dari modal pajak untuk memenuhi kewajiban pajaknya. Mereka inilah yang menerima penghasilan dari harta bergerak, bunga, dividen, sewa, dan penjualan harga.

  1. Penghasilan dari bidang pekerjaan

Dalam hal ini, karyawan dan juga pegawai akan dikenai pajak, termasuk mereka yang memiliki kedudukan sebagai direktur, komisaris, hingga pegawai harian atau staff.

Masing-masing memiliki aturan dalam pemberlakuan pajaknya. Maka dari itulah, orang pribadi harus tahu benar kewajiban pajaknya. Terutama dalam hal apa saja yang harus dibayar pajak, berapa yang harus dibayar dan bagaimana pelaporannya.

Langkah Untuk Pelaporan Pajak Penghasilan

Untuk perhitungan hingga pelaporan, Wajib Pajak bisa melakukannya sendiri. Bisa pula memakai bantuan dari layanan kepatuhan pajak. Jasa ini memudahkan perorangan dalam pengurusan pajak yang rumit.

Secara singkat, berikut ini ada gambaran bagaimana pembayaran pajak penghasilan perorangan yang berlaku di Indonesia:

  1. Wajib Pajak harus mengidentifikasi jenis penghasilan apa saja yang bisa menjadi objek pajak.
  2. Menghitung jumlah pajak yang dibayarkan
  3. Penyetoran sendiri pajak yang harus dibayar

Pembayaran bisa dilakukan melalui beberapa tahapan. Yang pertama Wajib Pajak bisa mendatangi loket atau teller. Bisa pula memakai sistem elektronik yang diberlakukan. Bisa lewat bank maupun pos yang ditunjuk untuk melakukan penerimaan pembayaran pajak.

Yang kedua, pembayaran dilakukan dengan Surat Keterangan Pajak. Jika memakai cara elektronik,maka bisa memakai kode billing di teller bank atau pos. Bisa pula memakai mesin Anjungan Tunai Mandiri atau ATM, EDC, atau Internet banking. Yang ketiga ialah melakukan penyetoran secara elektronik dengan Bukti Penerimaan Negara.

Bagi Wajib Pajak orang pribadi, beberapa hal di atas wajib untuk diketahui. Dengan sadar pajak, maka bisa turut serta meningkatkan pembangunan bangsa dan negara. Jika perlu, maka pendampingan pun bisa dilakukan oleh layanan kepatuhan pajak. Terutama demi kelancaran pembayaran pajak hingga kemudahan semua prosesnya.